
Sampah plastik masih menjadi tantangan utama
Sampah plastik sekali pakai masih mendominasi di banyak kota besar. Kondisi ini memicu pencemaran lingkungan, terutama di sungai dan laut. Mikroplastik bahkan mulai mengancam ekosistem dan kesehatan manusia.
Karena itu, pemerintah daerah memperketat aturan penggunaan plastik sekali pakai. Pemerintah juga mendorong inovasi pengolahan sampah menjadi energi untuk mengurangi volume limbah.
Di sisi lain, masyarakat mulai memperkuat gerakan lingkungan berbasis komunitas. Banyak kelompok menggelar aksi bersih-bersih dan mengembangkan bank sampah. Gerakan ini membantu meningkatkan kesadaran masyarakat.
Para pegiat lingkungan mengingatkan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan perubahan perilaku. Sampah tidak hilang begitu saja setelah dibuang.
Jika masyarakat tidak mengelolanya dengan baik, sampah dapat memicu bencana baru.
Melalui HPSN 2026, Indonesia ingin memperkuat komitmen menuju lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja bersama agar pengelolaan sampah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.
