“Kami fokus mengusut kasus ini hingga tuntas. Keamanan wisatawan menjadi prioritas kami, terutama tamu mancanegara,” ujar pihak kepolisian, Selasa (17/2/2026).

Selain itu, tim khusus menyisir rekaman CCTV di sekitar pintu masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan jalur utama kendaraan wisata.

Polisi juga berkoordinasi dengan pengelola wisata serta pelaku jasa transportasi lokal untuk mempersempit dugaan pelaku.

Dampak bagi Pariwisata

Kasus ini turut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Hilangnya barang wisatawan asing dalam jumlah besar berpotensi mencoreng citra pariwisata Bromo jika tidak segera terungkap.

Karena itu, aparat dan pemangku kepentingan pariwisata berupaya menjaga kepercayaan wisatawan. Mereka mendorong penanganan kasus secara cepat, transparan, dan tegas agar Bromo tetap menjadi destinasi unggulan di tingkat internasional.

Bagikan Berita ini: