EKABAR.ID Pemerintah menetapkan target ambisius untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia pada akhir masa jabatan Presiden Prabowo Subianto pada 2029.
Target ini tidak berhenti sebagai wacana politik. Pemerintah mengarahkannya sebagai komitmen nyata untuk membuka masa depan anak-anak dari keluarga paling rentan melalui pendidikan dan tata kelola yang bersih.
Presiden Prabowo kembali menegaskan target tersebut saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 12 Januari 2026.
Ia menegaskan fokus pemerintah tertuju pada masyarakat Desil 1 dan Desil 2, yaitu kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah di Indonesia.
“Misi saya adalah membuat orang-orang termiskin dan terlemah di Indonesia tersenyum. Jika mereka tersenyum dan tertawa, berarti mereka memiliki harapan dan masa depan,” ujar Prabowo saat berbicara di World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss, 23 Januari 2026.
https://www.youtube.com/watch?v=OAB7IdhyiL8
Pendidikan sebagai jalan keluar kemiskinan
Pemerintah menempatkan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai pilar utama pengentasan kemiskinan ekstrem. Hingga 2029, pemerintah menargetkan pembangunan 500 sekolah dengan daya tampung sekitar 500.000 anak dari keluarga kurang mampu.
Sekolah ini menyediakan pendidikan berkualitas secara gratis agar kondisi ekonomi tidak lagi membatasi kesempatan anak-anak Indonesia.
