EKABAR.ID Isu perombakan kabinet kembali menguat di penghujung Januari 2026. Meski Kabinet Merah Putih belum genap dua tahun berjalan, Presiden Prabowo Subianto mulai memberi sinyal evaluasi besar.

Langkah ini bertujuan menjaga percepatan program prioritas agar tidak tersendat oleh birokrasi dan kinerja sektoral.

Spekulasi reshuffle mencuat setelah kursi Wakil Menteri Keuangan kosong. Thomas Djiwandono resmi menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia pada 27 Januari 2026.

Banyak pihak menilai momentum ini membuka ruang bagi Presiden untuk menata ulang komposisi kabinet.

https://www.instagram.com/reel/DUDGKiED0cQ/

Mengejar Target dan Kinerja

Reshuffle jilid 5 tidak sekadar menjadi rotasi rutin. Presiden ingin mendorong percepatan pencapaian Key Performance Indicator para menteri. Sumber di lingkungan Istana menyebutkan tiga fokus utama evaluasi kali ini.

Pertama, Presiden menyoroti integritas dan disiplin kerja. Ia ingin memberi sinyal tegas kepada menteri yang mengabaikan peringatan terkait efisiensi dan target program.

Kedua, Presiden menuntut sinkronisasi kebijakan lintas kementerian. Ego sektoral yang masih muncul dinilai menghambat efektivitas program strategis.

Ketiga, penguatan sektor diplomasi dan ekonomi menjadi perhatian utama. Pemerintah menilai tantangan geopolitik dan tekanan moneter global membutuhkan figur yang lebih adaptif dan berpengalaman.

Bagikan Berita ini: