EKABAR.ID Sepekan menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, tempat pemakaman umum di berbagai wilayah Indonesia berubah menjadi ruang aktivitas ekonomi.

Para pembersih makam dadakan mulai bermunculan dan menawarkan jasa kepada peziarah. Mayoritas dari mereka merupakan warga sekitar dan anak usia sekolah yang memanfaatkan momen ziarah untuk mencari penghasilan.

Fenomena ini menjadi siklus ekonomi mikro yang terus berulang setiap tahun. Pada hari biasa, jasa pembersih makam jarang mendapat perhatian.

Namun, saat masa nyekar menjelang Ramadan, permintaan jasa meningkat tajam. Banyak peziarah ingin melihat makam keluarga dalam kondisi rapi dan bersih.

@dialogindocirebon

Suasana Komplek Pemakaman Umum Kemlaten, Senin (11/3/2024) siang. Sejumlah masyarakat melakukan tradisi nyekar ke makam sanak saudaranya. Selain mendoakan keluarga, tradisi nyekar juga dimanfaatkan untuk merawat dan membersihkan makam. Nyekar sendiri menjadi tradisi umat muslim jelang Ramadan dan Idulfitri. #ramadanbersama #kemlaten #nyekar #makamcirebon #puasa #ramadan1445 #dialogcirebon

♬ suara asli – DIALOG CIREBON MEDIA – DIALOG CIREBON MEDIA

Lonjakan Pendapatan

Hasil pantauan di beberapa TPU menunjukkan peningkatan pendapatan yang cukup besar. Pada hari kerja, seorang pembersih makam biasanya memperoleh Rp50.000 hingga Rp150.000 per hari.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding hari normal di luar musim ziarah.

Seorang penyedia jasa di TPU Pondok Ranggon Jakarta Timur mengatakan jumlah peziarah kini lebih merata. Banyak warga datang pada hari biasa karena memiliki fleksibilitas bekerja.

Kondisi ini membuat peluang pendapatan tidak hanya terjadi pada akhir pekan.

Bagikan Berita ini: