
EKABAR.ID Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, memastikan ketersediaan uang kartal dan stabilitas harga pangan tetap terjaga selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.
Bank Indonesia menjalankan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri atau SERAMBI untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Melalui program ini, BI memproyeksikan peredaran uang di Bengkulu mencapai sekitar Rp2 triliun.
Jumlah tersebut meningkat cukup besar dibandingkan rata-rata peredaran bulanan yang biasanya sekitar Rp700 miliar.
Angka itu juga setara dengan sekitar 25 persen dari total peredaran uang tahunan di Bengkulu yang mencapai Rp7,9 triliun.
https://www.instagram.com/reel/DVdYKFuD3de/
Peredaran uang meningkat saat Ramadan
Wahyu menjelaskan peningkatan peredaran uang merupakan fenomena yang sering muncul menjelang Idulfitri. Pada periode tersebut, aktivitas ekonomi masyarakat biasanya meningkat.
Meski demikian, harga bahan pokok di Bengkulu masih berada dalam kondisi stabil. Hingga saat ini, pasar belum menunjukkan lonjakan harga yang signifikan.
Selain itu, Bank Indonesia terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga pasokan pangan di pasar. BI juga memantau isu ketersediaan bahan bakar minyak karena informasi tersebut sering memicu kekhawatiran masyarakat.
Menurut Wahyu, komunikasi yang jelas sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik. Ia menilai indikator ekonomi Bengkulu saat ini menunjukkan tren positif.
Ia mencontohkan meningkatnya kunjungan ke daerah serta tingginya permintaan tiket pesawat menuju Bengkulu.
