
EKABAR.ID Pemerintah Kabupaten Purbalingga memecat seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berinisial RR.
Keputusan ini muncul setelah unggahan di media sosial memicu kontroversi dan kemarahan publik.
Unggahan tersebut viral di platform X dan Instagram sejak Selasa (17/3/2026). Dalam tulisannya, RR menyebut orangtua siswa penerima program Makan Bergizi Gratis sebagai “rakyat jelata yang kurang bersyukur”. Pernyataan itu memicu reaksi keras dari masyarakat.
Juru bicara pemerintah daerah menyatakan bahwa tindakan RR tidak mencerminkan etika pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa petugas program harus menunjukkan empati dan tanggung jawab saat melayani masyarakat.
https://www.instagram.com/reel/DV_EJz4CRS-/
Kontroversi unggahan picu reaksi publik
Kasus ini bermula saat RR mengunggah foto tumpukan wadah makanan di ruang distribusi SPPG. Ia menambahkan keterangan yang mengandung kalimat ofensif.
