
EKABAR.ID, REJANG LEBONG – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri SSTP MSi, menerima audiensi jajaran Bank Negara Indonesia (BNI) Region Area Head 2 Area Bengkulu-Sumatera Selatan, Selasa (11/8/2026).
Audiensi yang berlangsung di Ruang Kerja Plt Bupati Rejang Lebong tersebut dihadiri Region Area Head 2 BNI Area Bengkulu-Sumatera Selatan Herry Juhaeri, Pemimpin Cabang BNI Curup Pramadita Nugraha beserta jajaran.
Dalam kesempatan itu, Plt Bupati Hendri didampingi Asisten I Setda Rejang Lebong Bobby Harpa Santana SSTP MSi, Asisten III Elva Mardiana SIP MM, serta Inspektur Inspektorat Kabupaten Rejang Lebong Erik Rosadi SSTP.
Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemkab Rejang Lebong dan BNI, khususnya dalam mendukung pengembangan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pelayanan perbankan serta program pemberdayaan masyarakat.
Plt Bupati Rejang Lebong, Hendri, menyambut baik kedatangan jajaran BNI. Menurutnya, kolaborasi dengan perbankan sangat dibutuhkan untuk memperkuat berbagai program pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong.
“Kami menyambut baik kedatangan pejabat BNI. Terkait dengan UMKM, kami mengajak bank Himbara untuk terlibat dalam kegiatan Gebyar Merah Putih yang akan dilaksanakan,” ujar Hendri.
Ia mengatakan, Pemkab Rejang Lebong juga tengah menyiapkan sejumlah program yang membutuhkan dukungan dan sinergi dengan perbankan, termasuk program sosial bagi masyarakat.
Salah satunya adalah rencana penyaluran bantuan kepada sekitar 1.200 anak yatim. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Rejang Lebong membuka ruang kolaborasi dengan bank-bank Himbara.
“Di Kabupaten Rejang Lebong banyak program, di antaranya penyaluran bantuan untuk anak yatim sebanyak 1.200 anak. Nantinya akan melibatkan bank Himbara,” katanya.
Selain program sosial, Hendri menegaskan Pemkab Rejang Lebong akan terus mendorong penguatan UMKM agar semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap BNI dapat berkontribusi melalui berbagai skema pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), maupun program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
