
EKABAR.ID LEBONG – Mobil ambulans bantuan dari Gubernur Bengkulu H Helmi Hasan SE untuk salah satu desa di Kecamatan Lebong Sakti, jadi sorotan. Bukan karena sirinenya meraung-raung membawa pasien yang membutuhkan penanganan medis darurat, bukan pula karena mobil tersebut mogok. Tetapi, diduga disalahgunakan. Mobil merk Daihatsu Granmax itu disebut-sebut digunakan mengangkut pupuk.
Berdasarkan video yang beredar terlihat dua orang pekerja nampak mengangkut karung diduga berisi pupuk dari sebuah truk kemudian dimasukkan ke dalam ambulans. Belum diketahui secara pasti lokasi tempat aktivitas tersebut berlangsung. Namun, ketika pintu belakang mobil ambulans ditutup, tertera jelas tulisan ‘Ambulance Kabupaten Lebong Kecamatan Lebong Sakti’ dengan Nopol BD 9587 AY.
Peristiwa ini membuat publik mengernyitkan dahi dan mempertanyakan sejauh mana keseriusan pihak-pihak yang dipercaya mengelola aset milik pemerintah.
Berdasarkan penelusuran, ambulans itu dikabarkan merupakan kendaraan yang menjadi tanggung jawab pengurus di Desa Tabeak Dipoa Kecamatan Lebong Sakti. Ini diperkuat dengan penyebutan Ambulans Tabeak Dipoa oleh salah seorang yang berada di lokasi.
Penggunaan mobil ambulans untuk mengangkut pupuk dinilai janggal. Mengingat, fungsi utamanya adalah menunjang pelayanan kesehatan masyarakat, mulai dari membawa pasien untuk mendapatkan perawatan, kebutuhan medis darurat, hingga pengangkutan jenazah.
