
EKABAR.ID,KALIMANTAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah Kalimantan. Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kualitas udara mencapai kategori Berbahaya pada Rabu (19/8), dengan konsentrasi PM2,5 tembus 389,4 mikrogram per meter kubik. Jarak pandang di beberapa titik bahkan hanya tersisa sekitar 2 meter.
Kondisi serupa terjadi di Palangka Raya dan Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. BPBD Palangka Raya mencatat 298 kejadian karhutla dengan total 261,41 hektare lahan terbakar sejak 1 Juni hingga 19 Agustus 2026, sedangkan Kotawaringin Barat mencatat 859,49 hektare lahan terbakar, 189 kejadian, dan 461 titik panas. Asap karhutla juga dikeluhkan warga karena masuk ke permukiman dan menyebabkan gangguan pernapasan.
