Sorotan semakin besar karena identitas ajudan tersebut kemudian diketahui. Ia disebut bernama lengkap Serka La Rahimu dan berpangkat Sersan Kepala. Sosoknya pun ikut menjadi perhatian setelah video yang memperlihatkan kejadian tersebut beredar luas.
Di tengah ramainya kecaman, Rahimu akhirnya memberikan klarifikasi dan meminta maaf atas ucapan yang dilontarkannya. Ia mengakui bahwa kata “monyet” memang keluar dari dirinya.
“Memang saya akui dan minta maaf, ucapan monyet itu saya lontarkan ke individu yang bersangkutan karena spontanitas,” kata Rahim.
Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah video kejadian menjadi perhatian publik. Rahimu menyebut ucapan itu terlontar secara spontan kepada individu yang bersangkutan.
Kasus ini kemudian menjadi perbincangan karena mempertemukan persoalan penyampaian aspirasi masyarakat dengan sikap aparat yang berada di sekitar pejabat publik. Publik menilai setiap orang yang datang menyampaikan aspirasi semestinya diperlakukan dengan baik dan tidak mendapatkan ucapan yang merendahkan.
Kendati demikian, peristiwa tersebut juga telah diikuti dengan permintaan maaf dari Rahimu. Dengan adanya klarifikasi tersebut, publik kini menunggu bagaimana sikap pihak terkait terhadap kejadian yang berlangsung seusai upacara HUT RI di Ambon tersebut.
Viralnya video ini sekaligus menjadi pengingat bahwa interaksi antara pejabat, aparat pendamping, dan masyarakat perlu dilakukan dengan sikap saling menghormati. Apalagi ketika masyarakat datang untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah.
Sosok Serka La Rahimu kini menjadi perhatian setelah ucapannya kepada mahasiswa tersebut menuai kecaman. Permintaan maaf yang telah disampaikan diharapkan dapat menjadi penyelesaian atas polemik yang muncul dari video viral tersebut.
