Ketika orang tua pulang dan menanyakan kondisi anaknya, pelaku mencoba mengelak. Ia mengaku korban menangis karena mengupil terlalu dalam hingga berdarah.

Akan tetapi, orang tua kemudian memeriksa rekaman CCTV dan menemukan fakta yang sebenarnya.

Sanksi Sosial dan Keputusan Keluarga

Setelah mengetahui kejadian tersebut, keluarga langsung memberhentikan ART itu. Meski begitu, ayah korban memilih tidak melaporkan kasus ini ke polisi.

Ia menyampaikan keputusan itu melalui media sosial. Ia mempertimbangkan masa depan pelaku dan menilai pemecatan serta sanksi sosial sudah cukup berat.

Keputusan tersebut memicu pro dan kontra. Sebagian warganet menghargai sikap keluarga. Namun banyak juga yang mendesak agar kasus ini masuk ke ranah hukum agar pelaku jera dan tidak mengulangi perbuatannya.

Sensitivitas Wilayah Ujungberung

Kasus ini menarik perhatian warga Bandung Timur. Wilayah Ujungberung sebelumnya juga menghadapi kasus kekerasan anak di Cipadung pada November 2025.

Rangkaian peristiwa tersebut membuat masyarakat semakin waspada terhadap isu perlindungan anak. Hingga kini, video kejadian terus beredar dan dibagikan ribuan kali sebagai pengingat bagi orang tua agar lebih selektif memilih pengasuh anak.

Bagikan Berita ini: