Tenaga kesehatan, petugas keamanan, layanan transportasi, dan pelayanan administrasi darurat tetap hadir secara fisik. Pemerintah menegaskan WFA hanya cocok bagi fungsi administrasi dan dukungan kebijakan berbasis digital.

Sektor Swasta dan Tantangan Logistik

Pemerintah juga mengimbau sektor swasta mengikuti langkah serupa. Perusahaan di bidang jasa, teknologi, dan keuangan diharapkan menerapkan pola kerja fleksibel.

Dengan begitu, tekanan pada terminal, bandara, dan gerbang tol dapat berkurang.

Pengamat transportasi dari Universitas Indonesia menilai keberhasilan WFA bergantung pada keseragaman penerapan.

Jika hanya ASN yang menjalankan, dampak penurunan volume kendaraan tidak terlalu besar. Mayoritas pekerja berasal dari sektor swasta sehingga partisipasi mereka menjadi kunci utama.

Data sementara Kementerian Perhubungan memproyeksikan pergerakan pemudik naik 12 persen dibanding tahun lalu.

Kondisi ekonomi yang membaik dan kehadiran tol baru di Sumatera serta Jawa ikut mendorong minat perjalanan. Oleh sebab itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan penyedia internet agar koneksi tetap stabil di daerah tujuan mudik.

Bagikan Berita ini: