Seorang peneliti astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional menjelaskan bahwa posisi bulan di beberapa wilayah Indonesia kemungkinan masih berada di bawah kriteria tersebut saat rukyatul hilal berlangsung.

Namun, posisi bulan sudah memenuhi kriteria wujudul hilal yang digunakan oleh beberapa organisasi masyarakat Islam. Perbedaan metode ini kemudian membuka peluang munculnya dua penetapan tanggal Idulfitri.

Seruan menjaga persatuan umat

Menteri Agama mengajak masyarakat tidak menjadikan perbedaan tanggal sebagai sumber perpecahan. Pemerintah tetap akan menggelar sidang isbat pada akhir Ramadan untuk menentukan keputusan resmi.

Sidang tersebut akan mempertimbangkan laporan hasil pemantauan hilal dari berbagai titik pengamatan di seluruh Indonesia.

Menurut Menteri Agama, perbedaan merupakan bagian dari dinamika ijtihad dalam tradisi Islam. Karena itu, umat diharapkan menjaga ukhuwah islamiyah dan saling menghormati pilihan masing-masing.

Para tokoh agama juga mengingatkan pentingnya sikap toleransi dalam menghadapi perbedaan. Indonesia telah beberapa kali mengalami perbedaan penetapan hari raya.

Namun masyarakat tetap mampu menjaga keharmonisan. Kedewasaan beragama diharapkan menjadi dasar dalam menyambut Idulfitri 1447 Hijriah yang tinggal menghitung hari.

Bagikan Berita ini: