Proses pembelajaran dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan, disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing peserta.
Petugas pembina memberikan pendampingan secara sabar dan humanis, sehingga warga binaan merasa nyaman serta termotivasi untuk terus belajar dan memperdalam pemahaman nilai-nilai keagamaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Curup, David Rosehan, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu pilar penting dalam program pembinaan kepribadian di lingkungan pemasyarakatan.
“Melalui pembinaan Iqra dan Al-Qur’an yang dilaksanakan secara rutin, kami berupaya menanamkan nilai-nilai religius kepada warga binaan. Harapannya, mereka memiliki bekal moral dan spiritual yang kuat, tidak hanya selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga ketika kembali dan berinteraksi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dengan pelaksanaan pembinaan keagamaan yang berkesinambungan, Lapas Kelas IIA Curup berharap dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang religius, kondusif, serta mendukung terwujudnya perubahan sikap, perilaku, dan kualitas kepribadian warga binaan ke arah yang lebih baik.
