
EKABAR.ID Ancaman macetnya pasokan energi akibat penutupan Selat Hormuz diprediksi mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia.
Setiap lonjakan harga minyak mentah dan kelangkaan BBM kerap memicu pergeseran minat masyarakat ke energi alternatif. Kini, situasi geopolitik kembali menguji ketahanan sektor transportasi nasional.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan tren pertumbuhan EV terus menguat. Sepanjang 2025, penjualan mobil listrik mencapai 103.931 unit.
Angka itu melonjak 141 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pangsa pasar EV kini menyentuh 12 persen dari total distribusi nasional.
Jika antrean di SPBU menjadi fenomena harian, pangsa tersebut berpotensi menembus 25 persen.
Solusi finansial rumah tangga
Di tengah proyeksi harga minyak dunia yang bisa melampaui 150 dollar AS per barel, kendaraan listrik tidak lagi sekadar simbol gaya hidup.
Banyak konsumen mulai menghitung efisiensi biaya operasional sebagai pertimbangan utama.
Biaya operasional kendaraan listrik berkisar Rp150 hingga Rp250 per kilometer. Sebaliknya, kendaraan berbasis BBM menghabiskan sekitar Rp1.200 hingga Rp1.500 per kilometer. S
