Menanggapi laporan dari masyarakat, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bengkulu Selatan bergerak cepat dengan turun langsung meninjau lokasi penemuan guna melakukan identifikasi awal.
Selain mengamankan temuan fisik meriam, pihak dinas juga telah mendokumentasikan serta mengirimkan data lengkap temuan ini kepada Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah setempat untuk dilakukan kajian ilmiah, uji laboratorium, serta penentuan status cagar budaya.
Temuan ini memunculkan dugaan kuat bahwa kawasan Desa Jeranglah Tinggi menyimpan potensi sejarah yang belum terungkap sepenuhnya. Berdasarkan peninjauan di lapangan, di sekitar lokasi penemuan meriam juga ditemukan indikasi adanya struktur bangunan kuno lain, yang diduga kuat merupakan sisa-sisa benteng pertahanan masa lalu.
Pemerintah daerah mencatat bahwa penemuan benda-benda bersejarah serupa sebelumnya juga pernah dilaporkan terjadi di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan, tepatnya di Desa Air Umban dan Desa Padang Tambak.
Dengan ditemukannya meriam kuno di Desa Jeranglah Tinggi ini, diharapkan instansi berwenang dapat segera melakukan penelitian komprehensif, mengamankan situs, serta mendaftarkannya secara resmi. Temuan ini diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah sejarah lokal Bengkulu, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang berharga bagi generasi muda di masa mendatang.
