
Layanan penukaran uang dan inovasi energi
Untuk memudahkan masyarakat menukar uang, BI Bengkulu membuka layanan kas keliling di 10 titik strategis. Hingga kini, petugas telah menjalankan layanan di tujuh titik.
Selain itu, masyarakat juga dapat menukar uang di sekitar 30 titik layanan perbankan yang tersebar di seluruh Provinsi Bengkulu.
Beberapa jadwal kas keliling terdekat berlangsung pada 10 Maret di Masjid Al-Kahfi, 11 Maret di Bandara Fatmawati Soekarno, dan 12 Maret di Rest Area. BI juga menggelar layanan terpadu pada 10 hingga 11 Maret di View Tower.
Dalam kegiatan tersebut, BI memberikan sosialisasi penggunaan QRIS serta menghadirkan pasar murah bagi masyarakat.
Hingga saat ini sekitar 6.000 orang telah menukar uang dengan nilai mencapai Rp4 miliar dari target Rp31 miliar.
BI memperkirakan jumlah penukar dapat mencapai 12 hingga 13 ribu orang dengan total perputaran uang sekitar Rp67 miliar menjelang Lebaran.
Selain itu, BI Bengkulu juga menghadirkan inovasi dalam pengelolaan Limbah Racikan Uang Kertas atau LURK. BI bekerja sama dengan PLN Nusantara Power untuk memanfaatkan limbah uang kertas sebagai bahan bakar pembangkit listrik.
Limbah tersebut memiliki nilai kalori sekitar 4.000 kalori. Nilai ini mendekati kualitas batu bara yang mencapai sekitar 5.000 kalori.
Hingga saat ini BI telah mengirim sekitar 9 ton limbah uang kertas untuk mendukung produksi energi listrik. Setiap satu kilogram limbah dapat menghasilkan sekitar 1 kWh listrik.
Wahyu menilai inovasi tersebut memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat. Selain menjaga stabilitas moneter, BI Bengkulu juga mendorong pemanfaatan energi alternatif
