Blue matcha tidak mengandung kafein sehingga cocok untuk relaksasi atau minuman malam hari.
Matcha hijau kaya katekin seperti EGCG yang mendukung metabolisme. Di sisi lain, bunga telang mengandung antosianin, pigmen alami yang bermanfaat bagi kesehatan kulit, rambut, dan mata.

Daya Tarik Visual dan Peluang Ekonomi
Selain rasa, blue matcha menarik perhatian karena efek visualnya. Saat seseorang menambahkan perasan lemon, warna biru pekat berubah menjadi ungu cerah.
Perubahan warna ini terjadi karena reaksi terhadap tingkat keasaman. Efek tersebut membuat minuman ini terlihat unik dan mudah viral.
Meski sebagian orang menyebutnya pesaing matcha hijau, pakar kuliner menilai keduanya menyasar segmen berbeda.
Matcha hijau tetap kuat sebagai superfood dengan dukungan riset ilmiah. Namun blue matcha mengisi pasar gaya hidup dan pewarna alami premium.
Tren ini juga membuka peluang ekonomi bagi petani bunga telang di Asia Tenggara. Permintaan ekspor meningkat, terutama dari Amerika Serikat dan Eropa.
Karena itu, blue matcha tidak hanya tampil sebagai tren visual, tetapi juga sebagai komoditas baru yang menjanjikan di pasar global.
