EKABAR.ID Seiring transisi kepemimpinan nasional, perhatian publik mengarah pada perubahan peta kekuasaan di lingkar dalam Presiden Prabowo Subianto.

Sejumlah anggota keluarga besar Djojohadikusumo kini menempati posisi strategis di pemerintahan dan parlemen.

Kondisi ini memicu diskusi soal keseimbangan antara profesionalisme dan loyalitas politik di era baru pemerintahan.

Tiga keponakan langsung Prabowo, yakni Thomas Djiwandono, Budisatrio Djiwandono, dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, memegang peran penting yang berpengaruh terhadap arah kebijakan politik dan ekonomi nasional ke depan.

https://www.instagram.com/reel/DTuo5QLk72_/

Jembatan Fiskal di Lapangan Banteng

Di ranah eksekutif, Prabowo menunjuk Thomas Djiwandono sebagai Wakil Menteri Keuangan. Thomas merupakan putra Soedradjad Djiwandono, mantan Gubernur Bank Indonesia, dan Bianti Djiwandono, kakak kandung Prabowo.

Penunjukan ini mencerminkan strategi penguatan transisi fiskal dari era Presiden Joko Widodo ke pemerintahan Prabowo.

Dengan latar belakang keuangan internasional dan pengalaman sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra, Thomas berperan penting dalam penyusunan APBN 2025.

Ia berfokus menjaga ruang fiskal agar tetap aman, khususnya untuk mendukung program prioritas seperti makan bergizi gratis tanpa mengganggu stabilitas ekonomi makro.

Penjaga Arus Legislatif

Sementara itu, Budisatrio Djiwandono memperkokoh pengaruh keluarga di jalur legislatif. Ia kembali duduk sebagai anggota DPR RI dan menjabat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra.

Bagikan Berita ini: