Namun, proses hukum ini justru melibatkan sejumlah pihak dari profesi yang sama. Situasi tersebut membuat kasus ini terasa lebih kompleks dan sensitif.

“Saya menjalankan edukasi ini demi keamanan konsumen. Namun, saya merasa sedih karena harus berhadapan dengan rekan sejawat,” ujar Richard Lee setelah menjalani pemeriksaan.

Richard Lee akui sedih hadapi rekan sejawat

Richard Lee mengaku merasakan tekanan emosional dalam menghadapi situasi ini. Ia tidak menyangka persoalan edukasi produk kecantikan berkembang menjadi konflik hukum dengan sesama dokter estetika.

Meski demikian, ia tetap berkomitmen memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa keselamatan konsumen menjadi prioritas utama dalam setiap konten yang ia buat.

Sementara itu, publik kini menunggu perkembangan penyelidikan dari pihak kepolisian. Banyak pihak berharap proses hukum ini dapat memberikan kejelasan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia estetika di Indonesia

Bagikan Berita ini: