EKABAR.ID Keberanian Aurelie Moeremans mengungkap praktik child grooming dalam memoar Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth memunculkan dampak lanjutan di ruang publik.

Pengakuan tersebut tidak hanya menuai simpati, tetapi juga memicu dugaan intimidasi terhadap pihak-pihak yang menyatakan dukungan terbuka kepada sang aktris.

Presenter Hesti Purwadinata dan suaminya, Edo Borne, menghadapi ancaman dari sosok yang mengaku terkait dengan nama samaran “Bobby”.

Dalam buku Aurelie, nama tersebut merujuk pada figur pelaku manipulasi dan kekerasan psikologis. Peristiwa ini memperluas diskusi soal keamanan bagi pendukung penyintas kekerasan.

https://vt.tiktok.com/ZS5GDadNM/

Intimidasi di Ranah Digital

Masalah bermula ketika Hesti menyampaikan dukungan melalui akun media sosial pribadinya usai membaca memoar Aurelie.

Setelah itu, Edo Borne menerima pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp. Pengirim pesan tersebut mengaitkan dirinya dengan kisah dalam buku dan meminta klarifikasi atas unggahan Hesti dalam batas waktu 1×24 jam.

Nada pesan tersebut bersifat menekan. Pengirim menyatakan akan membawa persoalan ini ke jalur hukum jika Hesti dan Edo tidak menanggapi permintaan tersebut.

Banyak warganet melihat tindakan ini sebagai upaya menekan dan membungkam dukungan yang muncul di ruang digital.

Bagikan Berita ini: