EKABAR.ID Eskalasi konflik di Timur Tengah berdampak langsung pada mobilitas pejabat Indonesia. Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia tertahan selama tiga hari di Qatar karena gangguan penerbangan internasional.

Penutupan ruang udara di sejumlah titik strategis memicu pengalihan rute penerbangan komersial. Maskapai menghindari zona rawan demi menjaga keselamatan penumpang dan kru.

Kondisi ini membuat jadwal penerbangan dari dan menuju Doha berubah drastis.

https://www.instagram.com/reel/DVYRKPjk5A6/

Gangguan Ruang Udara dan Koordinasi Intensif

Selama berada di Doha, tim protokol kementerian terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan Qatar dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Doha. Mereka mencari jalur kepulangan yang aman bagi pejabat tersebut.

Bagikan Berita ini: