Forum ini mempertemukan pemikir Islam dunia untuk membahas persoalan kontemporer. Topik yang mengemuka antara lain konflik geopolitik global, krisis kemanusiaan, serta tantangan perubahan iklim dalam perspektif hukum Islam.
Pada saat yang sama, jutaan kader NU dari Ansor, Banser, hingga Muslimat NU mengikuti Apel Nasional secara hybrid dari berbagai daerah.
Panitia juga memberikan penghargaan kepada tokoh yang konsisten memperjuangkan moderasi beragama atau wasathiyah.
Peran Strategis NU bagi Bangsa
Data Litbang Kompas dan sejumlah lembaga riset nasional pada awal 2026 mencatat NU sebagai organisasi Islam non-pemerintah dengan basis massa terbesar. Jumlah warga NU diperkirakan mencapai 110 hingga 150 juta jiwa.
NU menopang kekuatan tersebut melalui pengelolaan lebih dari 20.000 pesantren serta ribuan lembaga pendidikan formal di berbagai daerah.
Selain itu, kehadiran tokoh lintas agama dalam peringatan ini menegaskan peran NU sebagai penjaga Pancasila dan keberagaman.
Di tengah dinamika politik nasional, NU terus menghadirkan narasi Islam moderat yang menyejukkan. Peran tersebut memberi kontribusi nyata terhadap stabilitas sosial dan persatuan bangsa.
Peringatan satu abad Masehi ini sekaligus menjadi titik awal bagi NU untuk bergerak lebih modern dan adaptif. Meski demikian, NU tetap menjaga tradisi pesantren sebagai fondasi utama jati diri organisasi.
