Ia menilai kehadiran langsung gubernur di tengah warga turut memberikan semangat bagi para korban.
“Kami merasa tidak sendirian. Pak Gubernur datang langsung dan menyampaikan bahwa kami akan dibantu. Mudah-mudahan pembangunan kembali rumah-rumah kami bisa segera dilakukan,” tambahnya.Pasca Kebakaran, Pemkot Siap Pulihkan 21 Keluarga Terdampak
Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu memastikan penanganan korban kebakaran di Kelurahan Pengantungan, Kecamatan Ratu Samban, tidak berhenti pada pemberian bantuan darurat.Pemerintah menyiapkan pendampingan berkelanjutan agar 21 keluarga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara mandiri.
Kebakaran yang menghanguskan sejumlah bangunan di kawasan tersebut menjadi perhatian serius Pemkot Bengkulu.Selain memastikan kebutuhan dasar warga melalui dapur umum, pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin turut membantu para korban.
Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi mengatakan, bantuan dapat diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari pakaian layak pakai, bahan pangan hingga bantuan lainnya.Masyarakat yang ingin berdonasi dapat menyalurkannya melalui dapur umum yang didirikan di lokasi kejadian.
“Nanti kami juga akan mengerahkan untuk donasi pakaian layak pakai. Termasuk juga masyarakat Kota Bengkulu bagi yang ingin berinfak, bersedekah, ataupun memberi bantuan bentuk apa pun, boleh langsung ke dapur umum sini. Ada 21 keluarga terdampak. Ini musibah, kita hadapi bersama, insya Allah,” ujar Dedy.
Menurut Dedy, penanganan pascakebakaran tidak hanya menyangkut kebutuhan logistik. Kondisi psikologis korban, terutama anak-anak yang mengalami syok akibat kehilangan tempat tinggal, juga menjadi perhatian pemerintah.Untuk itu, Pemkot Bengkulu menyiapkan program trauma healing bagi anak-anak korban kebakaran.Program tersebut diharapkan dapat membantu mereka mengatasi rasa takut sekaligus memulihkan kondisi mental setelah mengalami musibah.
Dedy menegaskan, pendampingan terhadap warga terdampak akan dilakukan secara berkelanjutan hingga mereka mampu kembali menjalani kehidupan secara mandiri.Sampai nanti masyarakat sudah bisa mandiri betul. Tapi sebelum itu, kita akan terus buka donasi, kemudian kita juga buka dapur umum. Intinya, masyarakat yang berduka itu kita hibur. Kemudian kalau anak-anak juga nanti kita ada semacam trauma healing untuk membangkitkan mental mereka dari traumatik,” katanya.
Dedy menyebut penanganan korban kebakaran merupakan wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bergotong royong membantu para korban sesuai kemampuan masing-masing.Selain penanganan korban, Dedy mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi kemarau dan angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api.“Yang pertama kepada warga untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Karena musim kemarau ini sedikit saja suasana panas, kemudian angin juga kencang. Kalau tidak angin, mungkin tidak sebanyak ini. Tapi karena angin yang kuat, sehingga beberapa rumah menjadi ikut terbakar,” ujarnya.Ia meminta warga tidak lengah terhadap berbagai sumber api di lingkungan masing-masing.
Kewaspadaan dan kehati-hatian dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran kembali terjadi serta meminimalkan dampaknya jika musibah terjadi.
