Selain itu, meredanya ketegangan geopolitik ikut melemahkan permintaan aset aman. Pembicaraan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran terkait isu nuklir mengurangi kekhawatiran pasar.

Harga emas global pun turun ke kisaran 4.600 hingga 4.700 dollar AS per troy ons setelah sempat mendekati 5.000 dollar AS pada akhir Januari.

Aksi ambil untung investor

Secara teknis, koreksi harga juga terjadi karena aksi ambil untung besar-besaran. Banyak investor melepas kepemilikan setelah reli panjang membawa emas ke rekor tertinggi bulan lalu.

Likuidasi posisi ini menambah tekanan jual di pasar.

Berikut daftar harga dasar emas Antam per 6 Februari 2026 sebelum pajak:

0,5 gram Rp 1.478.000
1 gram Rp 2.856.000
5 gram Rp 14.055.000
10 gram Rp 28.055.000
50 gram Rp 139.945.000
100 gram Rp 279.812.000
1.000 gram Rp 2.796.600.000

Pengamat menilai penurunan ini justru membuka peluang bagi investor jangka panjang. Strategi cicil beli atau dollar cost averaging dinilai tetap relevan untuk mengurangi risiko fluktuasi harga.

Namun, masyarakat perlu mencermati kebijakan moneter Amerika Serikat dan perkembangan geopolitik sebelum bertransaksi dalam jumlah besar.

Langkah hati-hati membantu investor menghindari keputusan emosional di tengah pasar yang belum stabil.

Bagikan Berita ini: