EKABAR.ID Jagat media sosial dalam sepekan terakhir ramai oleh unggahan pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN yang menunjukkan tagihan listrik sangat rendah.

Alih-alih merasa untung, pelanggan pascabayar justru khawatir terjadi lonjakan tagihan pada bulan berikutnya.

https://www.tiktok.com/@detikcom/video/7590617974915058945

Anomali di lembar tagihan

Fenomena ini mulai muncul pada akhir Januari hingga awal Februari 2026. Salah satu unggahan viral menampilkan tagihan listrik pascabayar periode Januari 2026 sebesar Rp 15.774 saja.

Dalam rincian struk, pemakaian listrik tercatat hanya 42 kilowatt-jam atau kWh.

Angka tersebut memang terlihat menguntungkan bagi konsumen. Namun, respons warganet di kolom komentar justru menunjukkan rasa cemas.

Banyak pengguna media sosial menilai tagihan terlalu rendah bisa menjadi tanda masalah pada pencatatan meter.

Risiko akumulasi dan kesalahan pencatatan

Kekhawatiran warga muncul bukan tanpa sebab. Secara teknis, tagihan rendah pada sistem pascabayar biasanya terjadi karena dua hal utama.

Pertama, petugas mengalami kendala saat membaca meter. Kondisi ini bisa terjadi karena pagar rumah terkunci atau posisi meter sulit dijangkau.

Bagikan Berita ini: