Menurut Hendri, Semarak Merah Putih bukan sekadar hiburan, melainkan momentum untuk memperkuat rasa cinta Tanah Air, nasionalisme, persatuan, dan kesatuan masyarakat.
Lebih dari itu, Hendri menekankan pentingnya dampak ekonomi dari penyelenggaraan kegiatan berskala besar seperti ini. Ribuan warga dan pengunjung yang datang menjadi peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pedagang kuliner, penyedia jasa, serta pelaku ekonomi kreatif untuk memperluas pasar dan meningkatkan transaksi.
Ramainya pengunjung juga membuka peluang bagi sektor pariwisata Rejang Lebong. Kegiatan ini menjadi sarana promosi daerah, memperkenalkan daya tarik Curup, sekaligus mendorong wisatawan dari luar daerah untuk datang dan menikmati berbagai destinasi wisata yang dimiliki Rejang Lebong.
Dengan demikian, kemeriahan Semarak Merah Putih diharapkan tidak hanya menghadirkan hiburan sesaat, tetapi juga menggerakkan rantai ekonomi masyarakat, mulai dari perdagangan, kuliner, transportasi, penginapan hingga jasa pariwisata.
Hendri berharap Semarak Merah Putih dapat terus berkembang menjadi agenda rutin yang semakin besar dan menjadi salah satu daya tarik unggulan Kabupaten Rejang Lebong, bahkan Provinsi Bengkulu.
Usai menyampaikan sambutan, Hendri secara resmi melepas kegiatan karnaval. Ribuan warga yang memadati sepanjang rute menjadi saksi kemeriahan perayaan yang memadukan semangat nasionalisme, kreativitas, budaya, dan hiburan rakyat.
Curup bergemuruh. Merah Putih berkibar, Sound Horeg menggema. Di balik kemeriahan itu, tersimpan peluang besar untuk menghidupkan UMKM, memperluas promosi wisata, dan menggerakkan ekonomi masyarakat Rejang Lebong.
