Jalur pedestrian dirancang mengikuti kontur alam agar tidak merusak akar pepohonan. Selain itu, pengelola juga menyiapkan area parkir, pos pendaftaran, sistem keamanan, serta toilet umum.

Melalui fasilitas tersebut, kawasan hutan kota Duku Ulu diharapkan memberi kenyamanan bagi pengunjung. Lebih dari itu, kawasan ini juga berpotensi menjadi ruang belajar terbuka bagi pelajar dan keluarga tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan.

Dampak ekonomi dan pelestarian alam

Pengembangan wisata hutan kota ini diperkirakan membawa dampak positif bagi warga sekitar. Aktivitas pariwisata dan jasa pendukung dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Duku Ulu.

Di sisi lain, pengelolaan resmi kawasan hutan kota diyakini mampu menekan aktivitas perusakan lingkungan.

Kehadiran wisata berbasis konservasi ini sekaligus memperkuat peran hutan sebagai penyangga ekosistem Rejang Lebong.

Kini, warga Desa Duku Ulu menaruh harapan besar agar hutan kota ini berkembang menjadi ikon wisata alam Bengkulu.

Mereka juga berharap kawasan tersebut menjadi simbol harmoni antara manusia dan alam yang terus terjaga hingga generasi mendatang.

Bagikan Berita ini: