Walau Indonesia masih mengimpor gandum, produksi lokal tetap menjadi penopang utama.
Di sektor energi, Indonesia menyimpan cadangan batu bara, gas alam, dan minyak bumi. Negara ini juga mengembangkan energi terbarukan seperti panas bumi dan tenaga surya.
Dengan potensi tersebut, Indonesia dapat menjaga pasokan energi untuk kebutuhan dalam negeri.
Di sisi lain, banyak simulasi menunjukkan potensi konflik nuklir terpusat di Belahan Bumi Utara. Wilayah seperti Amerika Serikat, Eropa, Rusia, dan China sering muncul sebagai titik panas.
Karena Indonesia berada di garis khatulistiwa, dampak suhu ekstrem akibat fenomena nuclear winter diperkirakan lebih moderat.
Wilayah terpencil seperti Papua dan pedalaman Kalimantan juga relatif jauh dari pusat industri global. Faktor jarak ini menurunkan risiko dampak langsung dari serangan besar.
Meski begitu, para analis tetap mengingatkan bahwa tidak ada negara yang benar-benar kebal dari dampak perang global.
Stabilitas regional dan kerja sama internasional tetap menjadi kunci utama untuk mencegah konflik berskala dunia.
