Krisis iklim dan risiko kecerdasan buatan

Di luar isu nuklir, krisis iklim juga mendorong jarum jam semakin dekat ke tengah malam. Catatan suhu global menunjukkan tren terpanas sepanjang sejarah.

Namun, banyak negara masih menempatkan kepentingan energi fosil di atas komitmen penurunan emisi karbon.

Laporan tahun ini juga menyoroti kecerdasan buatan generatif sebagai ancaman baru. Penyalahgunaan AI untuk menyebarkan disinformasi masif merusak kepercayaan publik terhadap sains dan fakta.

Akibatnya, kemampuan dunia untuk merespons krisis secara kolektif melemah karena kebenaran terpecah-pecah.

Peringatan bagi masa depan manusia

“Dunia bergerak ke arah kompetisi pemenang mengambil semua. Pola pikir ini sangat berbahaya dalam sistem keamanan global yang saling terhubung,” tulis laporan Bulletin of the Atomic Scientists.

Pergeseran ke angka 85 detik menegaskan bahwa kemajuan teknologi melaju lebih cepat daripada tata kelola moral dan politik global.

Pada 1991, Jam Kiamat sempat menjauh hingga 17 menit dari tengah malam setelah runtuhnya Uni Soviet. Namun, dalam tiga dekade terakhir, umat manusia justru melangkah semakin cepat menuju jurang kehancuran.

Tanpa terobosan diplomatik yang nyata dan kolaboratif, Jam Kiamat kini tidak lagi sekadar simbol. Ia menjadi cermin nyata tentang waktu yang semakin sempit bagi kelangsungan peradaban manusia.

Bagikan Berita ini: