Menurutnya, koordinasi yang solid antara administrasi, keamanan, dan pembinaan menjadi kunci menjaga stabilitas lapas selama Ramadan.
“Disiplin, integritas, dan profesionalisme harus tetap menjadi landasan utama. Kita ingin seluruh rangkaian kegiatan selama Ramadan berjalan tertib dan tetap mengedepankan pelayanan yang humanis,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut turut dibahas sejumlah penyesuaian teknis, seperti pengaturan jadwal ibadah warga binaan, waktu sahur dan berbuka puasa, serta pelaksanaan kegiatan keagamaan di dalam lapas.
Seluruh kebijakan diarahkan untuk memastikan hak-hak warga binaan tetap terpenuhi tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban.
Melalui rapat penguatan ini, Lapas Kelas IIA Curup menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas pemasyarakatan secara optimal selama Ramadan, dengan menjaga keseimbangan antara pelayanan, pembinaan, dan pengamanan demi terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.
