Memasuki Sabtu dan Minggu, perputaran uang meningkat lebih cepat. Pada periode puncak, penghasilan harian bisa mencapai Rp200.000 hingga Rp500.000.
Di pemakaman tokoh besar atau makam yang dianggap keramat, angka tersebut bahkan dapat melampaui perkiraan.

Sistem Imbalan Sukarela
Para pembersih makam tidak menerapkan tarif baku. Mereka mengandalkan sistem imbalan sukarela dari peziarah. Besaran uang biasanya menyesuaikan jenis layanan yang diberikan.
Untuk pembersihan ringan seperti mencabut rumput, peziarah umumnya memberi Rp10.000 hingga Rp20.000.
Jika pekerjaan mencakup penyikatan nisan dan pembersihan menyeluruh, imbalan bisa naik hingga Rp50.000 per makam.
Sosiolog dari Universitas Indonesia melihat praktik ini sebagai hubungan saling menguntungkan. Peziarah terbantu merawat makam keluarga, sementara warga lokal mendapat tambahan penghasilan menjelang Ramadan.
Meski terlihat mudah, persaingan di lapangan cukup ketat. Anak-anak dan remaja sering berebut menawarkan jasa sejak gerbang pemakaman. Mereka membawa sabit, ember, dan sikat sebagai perlengkapan utama.
Bagi para pekerja musiman ini, pendapatan sepekan memiliki arti besar. Uang tersebut sering menjadi tabungan untuk kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri.
Di balik suasana ziarah, roda ekonomi warga kecil ikut berputar menyambut bulan penuh berkah.
