Seluruh korban kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Angkatan Laut Jala Ammari Kodamar VI Makassar. Delapan korban mengalami luka berat, termasuk nakhoda dan beberapa ABK berusia remaja.
Para korban tersebut bernama Dg Gassing, Dg Lanti, Rusli Dg Ngewa, Dg Rahmat, Dg Itung, Ardi, Putra, dan Irisanga Dg Gadding. Satu korban lain bernama Dg Tangnga hanya mengalami luka ringan.

Penyelidikan Aparat
Tim Inafis Polres Pelabuhan Makassar bersama Ditpolairud Polda Sulawesi Selatan mulai menyelidiki penyebab ledakan. Dugaan awal mengarah pada gangguan kelistrikan atau korsleting di ruang mesin kapal.
Polisi telah memeriksa sedikitnya empat saksi untuk mengumpulkan keterangan lebih lanjut. Petugas juga memasang garis pengaman di sekitar lokasi kejadian.
BPBD Makassar kemudian mengingatkan para pelaku aktivitas pelabuhan agar lebih memperhatikan keselamatan kerja. Pengecekan mesin kapal secara rutin harus menjadi kebiasaan, terutama sebelum kegiatan bongkar muat.
Insiden ini menjadi peringatan serius bagi sektor perikanan. Standar keamanan kelistrikan di kapal tradisional perlu mendapat perhatian lebih agar kejadian serupa tidak terulang.
