Menurut Puan, pemerintah perlu menyiapkan masker, layanan kesehatan tambahan, tempat penampungan bila diperlukan, serta skenario penyesuaian sekolah dan aktivitas luar ruang apabila kualitas udara terus memburuk. Dikutip dari Antara.

Ia juga meminta penanganan karhutla diprioritaskan berdasarkan titik panas berulang, kondisi gambut, kekeringan, arah angin, hingga kedekatan dengan permukiman.

Kabupaten dengan risiko tinggi, kata Puan, perlu mendapat tambahan personel, pompa, kendaraan tangki, sumber air, dan dukungan pemadaman dari udara.Puan bahkan mendorong pemerintah pusat turun tangan apabila pemerintah daerah kewalahan atau tidak memiliki kapasitas yang memadai untuk menangani karhutla.Di sisi lain, penyebab meluasnya kebakaran juga harus ditelusuri. Pihak yang terbukti lalai maupun sengaja melakukan pembakaran harus diproses sesuai hukum.

Bagikan Berita ini: