Pengelola barbershop melihat potensi besar di balik cat perak yang menempel di tubuh Mike. Ia memiliki struktur rahang tegas, postur tubuh proporsional dengan tinggi 181 sentimeter, serta wajah berkarakter keturunan Belanda-Tionghoa.
Momen itu menjadi pintu masuknya ke dunia modeling profesional.

Menuju Runway Nasional dan Internasional
Meski sempat gagal dalam audisi Jakarta Fashion Week, Mike tidak berhenti mencoba. Kerja kerasnya berbuah manis saat ia tampil di Plaza Indonesia Mens Fashion Week.
Ia juga dipercaya membawakan karya sejumlah desainer ternama, seperti Sapto Djojokartiko, Danjyo Hiyoji, dan Harry Halim.
Seiring meningkatnya eksposur di media sosial, agensi luar negeri mulai meliriknya. Pada Januari 2026, Mike mengonfirmasi telah menjalani pertemuan daring dengan agensi pemodelan asal Korea Selatan.
“Mike kaget karena ada agensi Korea yang tertarik. Kalau prosesnya lancar, rencananya ada kontrak kerja selama tiga bulan untuk memulai karier di level Asia,” kata Mike saat ditemui di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Persiapan dan Pesan Inspiratif
Menjelang peluang internasional tersebut, Mike kini fokus mempersiapkan kondisi fisik. Ia rutin berenang dan skipping untuk menjaga postur tubuh, sekaligus mengatur pola makan dan waktu istirahat agar sesuai standar industri model global.
Kisah hidup Mike menunjukkan bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan. “Kita tidak bisa memilih lahir di keluarga seperti apa, tapi kita bisa memilih masa depan kita,” ujarnya.
Perjalanan Mike bukan sekadar perubahan ekonomi. Ia juga membuktikan bahwa bakat yang terpendam, bahkan di kerasnya jalanan Jakarta, bisa menemukan panggungnya sendiri hingga ke tingkat dunia.
