
EKABAR.ID Pemerintah terus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah kenaikan harga minyak dunia pada Maret 2026. Pemerintah juga menjaga stabilitas pasokan energi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Data terbaru menunjukkan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional berada pada kisaran 21 hingga 23 hari. Selain itu, sekitar 20 hingga 25 persen impor minyak mentah Indonesia masih melewati Selat Hormuz.
Sementara itu, harga minyak dunia jenis Brent meningkat hingga berada pada kisaran 83 hingga 87 dolar Amerika Serikat per barel.
Angka tersebut berada di atas asumsi harga minyak dalam APBN 2026 yang dipatok sekitar 70 dolar per barel.
Meski demikian, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap stabil. Saat ini, harga Pertalite berada pada kisaran Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Namun, kenaikan harga minyak dunia tetap memberi tekanan pada fiskal negara. Setiap kenaikan 1 dolar Amerika Serikat per barel berpotensi menambah defisit APBN sekitar Rp3 triliun hingga Rp6,8 triliun.
Strategi Pemerintah Menjaga Ketahanan Energi
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas energi nasional.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Presiden Prabowo Subianto menyusun beberapa skenario antisipasi agar pasokan energi tetap aman.
