Dalam skenario darurat, pemerintah akan memprioritaskan distribusi BBM untuk logistik pangan, layanan ambulans, dan transportasi publik.

Sementara itu, pemerintah akan membatasi akses kendaraan pribadi secara signifikan.

Efek domino ekonomi

Kelangkaan BBM tidak hanya mengganggu transportasi. Kondisi ini juga mengancam stabilitas harga kebutuhan pokok. Biaya distribusi dari produsen ke pasar akan melonjak dan mendorong inflasi tinggi.

Akibatnya, daya beli masyarakat ikut tertekan.

Di sektor industri, pelaku usaha yang mengandalkan solar untuk mesin produksi dan armada logistik akan mengurangi kapasitas.

Bahkan, sebagian perusahaan bisa memangkas tenaga kerja jika tekanan biaya terus meningkat.

Karena itu, pemerintah perlu segera menyusun langkah darurat. Pemerintah dapat mendiversifikasi sumber impor dari kawasan yang tidak melintasi Selat Hormuz, seperti Rusia melalui jalur Pasifik, Afrika Barat, atau Amerika Serikat.

Selain diversifikasi, pemerintah juga harus mengoptimalkan kapasitas kilang domestik. Pemerintah perlu mengolah minyak mentah dari Blok Rokan dan Cepu di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan lokal.

Di saat bersamaan, pemerintah harus mempercepat mandatori energi alternatif seperti biodiesel B35 atau B40 guna mengurangi ketergantungan pada solar impor di tengah gejolak geopolitik global.

Bagikan Berita ini: