EKABAR.ID Fenomena amblasan tanah di Kampung Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, semakin mengkhawatirkan.

Hingga Februari 2026, luas area runtuhan mencapai sekitar tiga hektare dengan kedalaman hingga 50 meter. Pelebaran yang terjadi setiap hari kini mengancam akses transportasi dan keselamatan warga.

Kerusakan meningkat tajam setelah banjir bandang melanda wilayah itu pada November 2025. Bibir lubang bergerak sekitar satu meter per hari di beberapa titik aktif.

Kini jarak antara lubang dan permukiman warga tinggal sekitar 300 meter.

https://www.instagram.com/reel/DUzY0pEjwC2/

Dampak Infrastruktur Terputus

Perluasan lubang memutus jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Ketol di Aceh Tengah dengan Kabupaten Bener Meriah.

Aktivitas ekonomi warga pun terganggu. Selain itu, lahan pertanian ikut amblas dan berubah menjadi jurang terjal.

Ancaman juga menyasar sektor energi. PT PLN (Persero) memindahkan jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi 150 kV jalur Bireuen–Takengon agar tiang transmisi tidak ikut runtuh.

Analisis Geologi: Piping Erosion

Ahli geologi dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Syiah Kuala menilai fenomena ini sebagai piping erosion atau erosi buluh, bukan sekadar sinkhole.

Bagikan Berita ini: