Selain berdampak positif bagi lingkungan, pelatihan ini juga memberikan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan secara mandiri oleh warga binaan.
Pengetahuan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal setelah mereka kembali ke masyarakat, khususnya dalam mengelola usaha sederhana berbasis pertanian.
Kepala Lapas Kelas IIA Curup, David Rosehan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan.
Menurutnya, program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan sikap mandiri dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami ingin warga binaan memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat dan aplikatif. Pembuatan pupuk cair dari limbah sayuran ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan,” ujar David Rosehan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Curup menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Ke depan, pengolahan pupuk cair dari limbah sayuran diharapkan terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan, sekaligus membuka peluang keterampilan baru bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.
