
EKABAR.ID Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar Sidang Isbat pada Selasa (17/2/2026) untuk menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah.
Sidang berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, dan menyedot perhatian publik karena muncul potensi perbedaan awal puasa di tengah masyarakat.
Data astronomi dari BMKG dan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama menunjukkan posisi hilal pada petang ini, bertepatan dengan 29 Syakban 1447 H, masih sangat rendah.
Secara teknis, tinggi hilal berada di bawah ufuk, berkisar antara -2°24’ hingga -0°58’. Sementara itu, sudut elongasi berada pada rentang 0°56’ hingga 1°53’.
Angka tersebut belum memenuhi kriteria MABIMS yang menjadi acuan di Indonesia, Brunei, Malaysia, dan Singapura.
Kriteria itu mensyaratkan tinggi hilal minimal 3° dan elongasi 6,4° agar umat dapat menetapkan awal bulan secara syariat.
