Dua Skenario Awal Puasa

Kondisi astronomis ini memunculkan dua kemungkinan penetapan awal Ramadan di Indonesia.

Pertama, pemerintah bersama Nahdlatul Ulama (NU) berpeluang menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Kamis, 19 Februari 2026. Jika hilal tidak terlihat, maka mereka menggenapkan bulan Syakban menjadi 30 hari atau istikmal.

Di sisi lain, PP Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa pada Rabu, 18 Februari 2026. Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Melalui metode itu, mereka menilai bulan baru sudah mulai secara global.

Tahapan Sidang Isbat

Kementerian Agama menyusun tiga tahapan dalam sidang hari ini. Pertama, seminar posisi hilal pada pukul 16.30 WIB.

Selanjutnya, sidang isbat berlangsung secara tertutup pukul 18.30 WIB dengan melibatkan para ulama dan ahli. Mereka membahas laporan dari 96 titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia.

Setelah itu, pemerintah menyampaikan hasil sidang melalui konferensi pers pada pukul 19.05 WIB. Meski muncul potensi perbedaan, pemerintah tetap mengajak masyarakat menjaga ukhuwah dan saling menghormati saat menyambut bulan suci Ramadan.

Bagikan Berita ini: