Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia menilai reaksi spontan Purbaya menunjukkan kesadaran etika yang kuat.

Menurutnya, respons tersebut memperlihatkan bahwa pejabat publik perlu berhati-hati ketika berinteraksi di ruang digital yang memiliki sistem apresiasi finansial.

Respons netizen dan diskusi etika digital

Potongan video kejadian itu segera menyebar luas di media sosial. Hingga Selasa sore, warganet telah membagikan video tersebut lebih dari 200.000 kali.

Sebagian besar netizen justru memuji sikap waspada sang menteri. Banyak komentar menyebut reaksi tersebut jarang terlihat dari pejabat publik.

Akun @RakyatFiskal menulis, “Baru kali ini lihat pejabat panik dikasih uang, biasanya malah minta.”

Netizen lain juga berseloroh bahwa gift Singa dan Paus sebaiknya masuk ke pos Pendapatan Negara Bukan Pajak.

Meski bernuansa humor, kejadian ini memicu diskusi baru mengenai etika pejabat negara di ruang digital interaktif.

Hingga kini, Kementerian Keuangan belum menjelaskan langkah yang akan diambil terkait hadiah virtual tersebut.

Pihak kementerian juga belum memastikan apakah gift itu akan dilaporkan sebagai potensi gratifikasi atau ditangani melalui sistem platform TikTok.

Bagikan Berita ini: