“Program pertanian ini merupakan inovasi dalam pembinaan warga binaan yang tidak hanya menekankan pada perubahan perilaku dan mental, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan setelah bebas nanti,” tambah Sumpeno.
Kepala Lapas Kelas IIA Curup, David Rosehan, turut menyambut baik kegiatan monitoring dan evaluasi ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus berinovasi dalam mengelola lahan yang ada guna meningkatkan kemandirian lapas. “Kami berkomitmen untuk menjadikan program ketahanan pangan ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi juga sebagai bentuk nyata kontribusi Lapas Curup dalam mendukung program nasional di bidang pangan,” ujarnya.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini berlangsung lancar, disertai dengan sesi diskusi dan dokumentasi bersama di Area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi Lapas Kelas IIA Curup untuk terus memperkuat peran pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.
