EKABAR.ID Pasar modal Indonesia mengalami tekanan berat pada perdagangan Rabu (28/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan langsung melemah tajam hingga menembus batas psikologis yang memicu mekanisme pengamanan bursa.
Keputusan lembaga indeks global MSCI untuk membekukan tinjauan saham Indonesia memicu kepanikan investor sejak sesi awal.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG berakhir di level 8.261,78. Indeks merosot sekitar 718 poin atau turun 8,00 persen.
Penurunan tajam pada sesi II mendorong BEI menghentikan perdagangan sementara atau trading halt pada pukul 13.43 WIB selama 30 menit.
https://www.youtube.com/watch?v=AD1S-tddnQI
Tekanan jual mendominasi pasar
Tekanan jual terlihat jelas dari lonjakan nilai transaksi yang mencapai Rp31,92 triliun. Sebanyak 768 saham bergerak di zona merah, sementara hanya 28 saham yang mencatat penguatan.
Saham berkapitalisasi besar seperti Bank Central Asia, Bank Mandiri, serta emiten energi BREN dan DSSA mencoba menahan laju pelemahan indeks, namun belum mampu membalikkan keadaan.
Pelaku pasar melepas saham secara agresif seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap arus modal asing. Investor institusi global terlihat mengambil sikap defensif sambil menunggu kejelasan arah kebijakan otoritas pasar.

Efek keputusan MSCI
Gejolak pasar berawal dari pengumuman Morgan Stanley Capital International terkait pembekuan sementara tinjauan indeks saham Indonesia.
