BACA JUGA: SDN 59 Rejang Lebong Tawarkan Pendidikan Seimbang: Agama dan Umum untuk Cetak Generasi Berkarakter

Pembangunan resmi dimulai dengan peletakan batu pertama pada 1 Desember 2023 yang dilakukan oleh Gubernur Bengkulu saat itu, Dr. Rohidin Mersyah.
Setelah itu, selama kurang lebih satu tahun panitia gencar melakukan sosialisasi dan penghimpunan dana melalui proposal, media sosial, dan pendekatan kepada berbagai pihak seperti warga Muhammadiyah, simpatisan, stakeholder, serta Pemerintah Daerah.
Meski dihadapkan dengan keterbatasan dana, panitia akhirnya memutuskan untuk tetap memulai pembangunan fisik pada awal Februari 2025 sebagai bentuk komitmen dan semangat untuk merealisasikan program tersebut.
“Kami mulai pembangunan dengan dana yang sangat terbatas. Namun, kami tidak ingin menunda lebih lama. Minimal pondasi dan struktur awal bisa berdiri agar masyarakat yakin dan semangat terus terjaga,” kata Aprizaldi.
Hingga bulan Juni 2025, progres pembangunan gedung telah mencapai 30 persen, dengan rincian sebagai berikut yaitu pekerjaan struktur lantai 1 selesai 100 persen.
Kemudian pemasangan dinding bata lantai 1 telah mencapai 90 persen dan mobilisasi material untuk pengecoran dak lantai 1 sedang berlangsung
Sementar itu, dana yang telah terealisasi hingga saat ini sebesar Rp 338.262.500, yang mayoritas berasal dari infak warga Muhammadiyah, jamaah, dan simpatisan.
Panitia pembangunan sendiri dibentuk secara resmi melalui Surat Keputusan PDM Rejang Lebong Nomor: 27/KEP/III.O/D/2023.
Dalam pelaksanaannya, panitia terus membuka peluang donasi dan kerja sama dari semua pihak yang ingin berkontribusi dalam pembangunan ini.
Aprizaldi menambahkan bahwa pembangunan Gedung Dakwah ini adalah investasi jangka panjang bagi umat.
“InsyaAllah, gedung ini akan menjadi pusat kegiatan dakwah, pembinaan generasi, serta penguatan ekonomi umat. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam amal jariyah ini,” tutupnya.***

Bagikan Berita ini: