Helmi menyatakan Sekolah Rakyat merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap masih adanya anak yang belum memperoleh akses pendidikan,”Yang penting proses belajar mengajar bisa terlaksana dengan baik, sehingga siswa-siswi kita dapat menjadi putra-putri Merah Putih terbaik,” kata Helmi.
Gubernur menegaskan bahwa sekolah rakyat hadir karena pemerintah mendengarkan keluhan masyarakat terkait sulitnya akses pendidikan dan masih adanya anak yang putus sekolah,“Presiden tidak ingin ada lagi siswa-siswi di Bengkulu yang tidak sekolah,” kata Helmi.,Karena itu, ia meminta Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta perangkat daerah terkait melakukan pendataan dan penjangkauan terhadap anak-anak yang belum bersekolah, termasuk melalui data kependudukan yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil,Dia memastikan Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama pemerintah daerah lain siap membantu segala kebutuhan yang masih diperlukan untuk mendukung operasional sekolah rakyat.
Sementara itu, Kepala Sentra Dharma Guna Bengkulu Hari Setiadi mengatakan setiap Sekolah Rakyat akan menerima 270 siswa baru setiap tahun sesuai ketentuan Kementerian Sosial yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA.,Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Bengkulu akan menampung 46 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 226 siswa SMA dengan dukungan 14 guru serta 41 tenaga kependidikan,ke depan, satu kompleks Sekolah Rakyat tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa yang terbagi dalam 36 rombongan belajar. Rinciannya, jenjang SD terdiri atas 18 rombongan belajar dengan kapasitas 540 siswa, sedangkan SMP dan SMA masing-masing memiliki 9 rombongan belajar dengan kapasitas 270 siswa.
