Mengutip laporan Serambi, aparat TNI yang berjaga di sekitar pagar masjid melarang pemasangan bendera tersebut. Larangan kemudian diikuti beberapa kali tembakan peringatan yang dilepaskan ke udara. Suara tembakan membuat massa yang berada di halaman masjid spontan tiarap. Situasi memanas setelah sebagian massa meluapkan kemarahan kepada aparat TNI.
Massa lantas bergerak mengejar personel TNI yang berada di sekitar masjid. Mereka bergerak hingga ke depan Gedung DPRK Banda Aceh, sementara sebagian lainnya berlari menuju lampu Simpang Kodim. Dalam pengejaran, massa melempari aparat dengan batu dan sejumlah benda lainnya.
Laporan sementara, massa membakar satu unit sepeda motor milik aparat TNI yang diparkir di area masjid. Sementara itu, salah seorang peserta aksi dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka di bagian kepala.
