Selama kegiatan, peserta mendapatkan penjelasan mendalam mengenai penyelarasan pedoman asesmen terbaru serta tata cara penggunaan Instrumen Asesmen Risiko dan Kebutuhan.

Materi tersebut disampaikan sebagai acuan nasional dalam mengukur profil risiko serta kebutuhan pembinaan setiap narapidana secara lebih objektif dan terstruktur.

Uji petik ini juga dimaksudkan untuk menyamakan persepsi antar-UPT mengenai standar asesmen agar penerapannya seragam dan tepat sasaran.

Melalui keterlibatan pada kegiatan ini, Lapas Curup menegaskan kesiapan untuk terus memperkuat tata kelola pembinaan yang profesional, akuntabel, serta berbasis risiko, sesuai arah kebijakan Ditjen Pemasyarakatan.

Bagikan Berita ini: