“Pemandangannya sangat estetik, terutama saat kabut tipis turun di pagi hari. Kami datang ke sini memang untuk membuat konten,” ujarnya pada Selasa (10/3/2026).

Popularitas Bukit Lemparan juga mulai menggerakkan ekonomi warga sekitar. Warga membuka area parkir sederhana dan warung kecil untuk melayani wisatawan yang datang sejak pagi.

Tantangan menjaga kelestarian lingkungan

Namun, tren wisata yang muncul dari media sosial juga membawa tantangan baru. Jumlah pengunjung yang terus meningkat dapat memberi tekanan pada lingkungan di lereng Gunung Budeg.

Karena itu, pengelola lokal bersama komunitas pecinta alam mulai menerapkan aturan kebersihan yang lebih ketat. Mereka mengajak pengunjung menjaga area wisata agar tetap bersih.

Pengelola berharap Bukit Lemparan tidak hanya populer di media sosial untuk sementara waktu. Mereka ingin destinasi ini berkembang sebagai wisata alam yang berkelanjutan.

Sementara itu, tagar Bukit Lemparan di TikTok sudah memperoleh jutaan tayangan. Angka tersebut menunjukkan besarnya minat wisatawan terhadap destinasi alam baru di wilayah selatan Jawa Timur.

Bagikan Berita ini: